Pengadilan banding negara bagian California memutuskan bahwa aktor ternama Brad Pitt dapat melanjutkan gugatan hukumnya terhadap seorang miliarder asal Rusia. Gugatan tersebut dilayangkan setelah sang miliarder membeli 50 persen saham kilang anggur milik mantan istrinya, Angelina Jolie, menyusul perceraian mereka yang berjalan pelik.
Berdasarkan dokumen persidangan, mantan pasangan selebritas Hollywood ini awalnya membeli kilang anggur Chateau Miraval seluas 1.200 hektar di South of France pada tahun 2008. Lokasi properti mewah ini juga menjadi tempat bersejarah di mana keduanya melangsungkan pernikahan beberapa tahun silam.
Menurut informasi yang dihimpun, Angelina Jolie sebenarnya berencana menjual setengah bagian sahamnya kepada Brad Pitt. Namun, proses negosiasi tersebut akhirnya batal setelah Brad Pitt bersikeras meminta mantan istrinya menandatangani perjanjian kerahasiaan terkait tuduhan kekerasan yang memicu perpisahan mereka.
Dari pantauan redaksi, Angelina Jolie menolak persyaratan ketat tersebut dan memilih untuk mengalihkan kesepakatan senilai 64 juta dollar AS kepada konglomerat minuman beralkohol, Yuri Shefler. Brad Pitt kemudian mengajukan gugatan pada tahun 2022 atas dasar pelanggaran perjanjian tidak tertulis yang menyatakan bahwa mereka tidak boleh menjual saham bisnis tanpa persetujuan satu sama lain.
Hakim pengadilan tingkat pertama awalnya sempat menilai bahwa Yuri Shefler tidak terlibat secara signifikan dalam transaksi tersebut dan hanya bertindak sebagai investor pasif. Kendati demikian, interaksi di balik layar terungkap melalui bukti tiga surat yang dikirimkan oleh sang miliarder kepada Angelina Jolie selama proses transaksi berlangsung.
Perseteruan hukum yang berkepanjangan ini secara tidak langsung membuka kembali tabir di balik penyebab perceraian serta konflik mendalam antara kedua mantan pasangan tersebut. Berdasarkan laporan terkini, pihak Angelina Jolie sempat merinci dugaan kekerasan domestik yang dilakukan Brad Pitt dalam sebuah gugatan balik.
Melalui pengamatan tim redaksi terhadap perkembangan kasus ini, pihak Brad Pitt secara konsisten membantah seluruh tudingan kekerasan yang dialamatkan kepadanya. Perwakilan sang aktor menyatakan bahwa pihak mantan istrinya terus-menerus memikirkan kembali dan mengubah deskripsi peristiwa masa lalu demi mendapatkan apa yang diinginkan.