Ajang penghargaan Shanghai International Film Festival ke-29 dikejutkan oleh kemenangan besar sutradara pendatang baru Zhong Kaifeng. Berdasarkan keputusan dewan juri yang diketuai oleh aktor legendaris Hong Kong Tony Leung Chiu-wai, film berjudul Atlantic Rhapsody berhasil dinobatkan sebagai penerima penghargaan tertinggi Golden Goblet untuk kategori Film Terbaik.
Menurut pantauan redaksi di Shanghai Grand Theatre, kemenangan ini menjadi pencapaian ganda bagi film tersebut karena sinematografer Hao Jiayue juga sukses membawa pulang penghargaan Best Cinematography. Film Atlantic Rhapsody sendiri mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang mencari ayahnya di tengah era ledakan industri China pada awal tahun 2000-an dengan pendekatan visual yang eksperimental.
Berdasarkan pernyataan resmi dewan juri, film debut ini dinilai sangat berani dalam mengeksplorasi absurditas kehidupan manusia melalui teknik penyuntingan gambar yang memikat. Anggota juri yang terdiri dari sineas internasional seperti Guan Hu dan Xin Zhilei sepakat bahwa karya Zhong Kaifeng memberikan elemen kejutan yang segar dalam kompetisi tahun ini.
Dari pengamatan tim redaksi, festival film internasional bergengsi ini juga memberikan penghargaan Jury Grand Prix kepada sutradara asal Kolombia Nicolás Rincón Gille lewat film Iluminada. Sementara itu, penghargaan Sutradara Terbaik atau Best Director jatuh kepada Yassine El Idrissi dari Maroko yang menggarap film komedi hitam berjudul Halima.
Aktor lokal Zhang Songwen juga menuai gemuruh tepuk tangan dari para hadirin setelah diumumkan sebagai Best Actor melalui perannya dalam film Secret in the Box. Untuk kategori Best Actress, aktris Khadija Amari berhasil mengamankan piala berkat aktingnya yang memukau sebagai seorang janda tua dalam film Halima.